Efek COVID-19, Gojek Tutup GoLife dan PHK Karyawan

Sep 26, 2021 by admin
Efek-COVID-19-Gojek-Tutup-GoLife-dan-PHK-Karyawan

Pandemi COVID-19 kembali memakan korban. Kali ini Gojek telah menutup GoLife karena efek riak dari pandemi COVID-19. Keputusan ini turut berimbas pada nasib 430 karyawan Gojek yang di-PHK. Seperti dikutip Detik.com, Co-CEO Gojek Kevin Aluwi meminta maaf karena telah menutup GoLife. Kevin juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan yang meninggalkan Gojek atas kontribusinya selama ini.
Apa alasan Gojek GoLife tutup?

Efek-COVID-19-Gojek-Tutup-GoLife-dan-PHK-Karyawan

GoLife adalah layanan Gojek yang dikembangkan untuk kebutuhan gaya hidup, seperti GoMassage

(layanan pijat) dan GoClean (layanan kebersihan). Sebelum pandemi, kedua layanan ini adalah layanan yang sangat baik karena dapat membantu penduduk kota yang sibuk menemukan layanan pembersihan dan pijat rumah yang aman.

Situasi itu berubah 360 derajat sejak wabah COVID-19. Pasalnya, kedua jenis layanan ini membutuhkan kontak yang dekat dengan konsumen. Hal ini tentu saja bertentangan dengan anjuran pemerintah untuk menerapkan physical distancing.

Hal ini diikuti dengan tren masyarakat yang lebih memilih layanan contactless

untuk mengurangi risiko penularan virus. Anda lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, sehingga kebutuhan akan jasa kebersihan berkurang. Karena itu, GoLife terus kehilangan pelanggan sejak pandemi COVID-19.

Hingga akhirnya perusahaan melakukan penilaian dan memutuskan untuk menutup layanan GoLife. Kamu yang sudah berlangganan layanan GoLife masih bisa menggunakan layanan ini hingga 27 Juli 2020. Tak hanya GoLife, Gojek pun terpaksa menutup layanan GoFoodFestival karena juga membutuhkan kontak dekat. Karena layanan ini dapat memicu keramaian, maka GoFoodFestival ditutup dengan berat hati.
Apa yang bisa kita lakukan untuk memulihkan ekonomi yang lesu?

Kasus penutupan usaha akibat dampak pandemi COVID-19

selalu menyisakan cerita sedih tentang nasib para karyawannya. Ini bukan pertama kalinya sebuah perusahaan harus memangkas tenaga kerjanya untuk bertahan dari pandemi COVID-19. Lalu langkah apa yang bisa kita ambil untuk meningkatkan perekonomian Indonesia?

Bukan luar biasa, yang harus Anda lakukan adalah menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga dengan mengikuti protokol kesehatan selama new normal. Dengan harapan, kurva penyebaran COVID-19 dapat melandai dan pandemi segera berakhir.

Kita pun harus tetap produktif di masa pandemi COVID-19 dan menjalankan rutinitas seperti biasa. Dengan demikian roda perekonomian akan terus berputar dan kehidupan akan ditawarkan di semua lapisan masyarakat. Ini mungkin cara termudah untuk membantu perekonomian Indonesia pulih dengan cepat.

LIHAT JUGA :

https://www.chip.co.id/x8-speeder/
https://teknosentrik.com/yandex-blue-china/
https://teknosentrik.com/45-76-3345-76-33-x-44/
https://teknosentrik.com/111-90-150-204-video/
https://www.chip.co.id/sedekah-cf/
https://www.i4startup.id/vsco-mod-apk/
https://www.chip.co.id/higgs-domino/
https://www.chip.co.id/vsco-mod-apk/
https://www.i4startup.id/gta-sa-lite/
https://www.sudoway.id/cara-menggunakan-lulubox/
https://www.atursaja.com/2129/cara-menghilangkan-suara-vokal-pada-lagu-di-youtube/
https://www.atursaja.com/1338/cara-top-up-ovo-di-indomaret/
https://www.atursaja.com/2285/cara-mengetahui-password-wifi-yang-sudah-terhubung/
https://www.atursaja.com/1964/cara-daftar-internet-banking-mandiri-online/
https://dolanyok.com/x8-sandbox-apk/
https://liga-indonesia.id/x8ds-com-china-apk/
https://snapcard.id/
https://www.masukptn.id/
https://teknosentrik.com/185-62-l53-200/
https://teknosentrik.com/18-di-google/