Pendidikan Karakter: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Nilai

Sep 14, 2021 by admin
Pendidikan-Karakter-Pengertian-Fungsi-Tujuan-dan-Nilai

Definisi pendidikan karakter

Pendidikan karakter adalah upaya sadar dan terencana untuk menciptakan suasana dan proses pemberdayaan potensi serta mendorong peserta didik untuk mengembangkan karakter pribadi yang baik bagi warga negara Indonesia.

Pendidikan-Karakter-Pengertian-Fungsi-Tujuan-dan-Nilai

Sehingga tercipta menjadi bangsa yang kuat, berwawasan, bermoral, dan bermoral baik.
Fungsi pembentukan karakter

Pendidikan karakter berfungsi untuk mengembangkan potensi dasar anak, memiliki hati yang baik, berperilaku baik, dan memiliki pikiran yang baik. Dalam fungsi besar pendidikan karakter yaitu memperkuat dan membangun

perilaku multikultural anak bangsa.

Selain itu, pendidikan karakter juga memiliki fungsi meningkatkan peradaban manusia dan menjadi bangsa yang baik dalam pergaulan dunia. Pendidikan karakter terjadi tidak hanya di sekolah, tetapi juga melalui berbagai media antara lain lingkungan, keluarga, media teknologi, bisnis, dan pemerintahan.

Tujuan pembangunan karakter

Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membangun bangsa yang tangguh, bangsa yang bermoral, berakhlak mulia, berkarya dan berkarya, atau bekerjasama dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan karakter juga ditujukan untuk membangun bangsa yang berjiwa patriotik atau suka menolong, antara lain.

Selain itu, pendidikan karakter juga harus membentuk jiwa sedemikian rupa sehingga berkembang secara dinamis, berorientasi pada ilmu pengetahuan dan teknologi agar tercipta manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Lihat juga: √ Gymnospermae Is

Realisasi pendidikan karakter

Untuk mewujudkan pembentukan karakter secara umum dapat diperoleh dari pendidikan formal, nonformal, maupun informal.

Untuk mencapai ini, seseorang harus melengkapi, mempercayai dan mengatur peraturan hukum.

Dalam pendidikan formal dilaksanakan secara bertahap, dan dalam pendidikan meliputi pendidikan umum, akademi, profesi, pembangkitan, kejujuran, dan agama.

Dengan pendidikan ini siswa mendapatkan berbagai jenis ilmu yang dapat langsung dipraktekkan dalam kehidupan nyata.

Dalam pelaksanaan pendidikan karakter, hal tersebut dapat dilakukan melalui jenjang pendidikan yang diimplementasikan dalam kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang memuat pelajaran yang bersifat normatif, produktif, adaptable, local, dan content based.

Sedangkan pendidikan karakter yang dikembangkan di sekolah dilaksanakan dalam pendidikan pengembangan diri, antara lain melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah misalnya pramuka, PMR, PKS, KIR, kesenian, olah raga, agama, kegiatan pengurus OSIS, serta kegiatan lain yang positif. .

Dengan kegiatan ekstrakurikuler yang sangat mengharukan, dipahami oleh siswa, dan dapat dimanfaatkan oleh siswa sebagai penyalur minat dan bakat yang dapat terus dikembangkan sebagai wujud pembentukan karakter bangsa.
Nilai pembentukan karakter dan budaya bangsa
1. Religius

Sikap dan perilaku yang patuh dalam menjalankan ajaran agamanya, memiliki sikap toleran terhadap pemeluk agama lain, dan hidup rukun bermasyarakat dengan pemeluk agama lain.
2. Jujurlah

Tunjukkan diri Anda pada upaya yang membuatnya menjadi orang yang bisa dipercaya baik dalam perkataan, perbuatan, maupun perbuatan.
3. Disiplin

Tindakan yang menunjukkan perilaku yang tepat dan mematuhi semua aturan dan regulasi yang berlaku.

 

 

 

LIHAT JUGA :

https://teknologia.co.id/
https://butikjersey.co.id/
https://kabarna.id/
https://manjakani.co.id/
https://sewamobilbali.co.id/
https://deevalemon.co.id/
https://cipaganti.co.id/
https://pulauseribumurah.com/
https://pss-sleman.co.id/
https://mitranet.co.id/