Pengertian Produk Domestik Bruto : Fungsi, Jenis, Rumus

Nov 20, 2021 by admin
pengertian-pdb

Definisi PDB (produk domestik bruto)

pengertian-pdb

Definisi GDP adalah penjumlahan dari total nilai barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara dalam kurun waktu tertentu (biasanya satu tahun) dan digunakan sebagai ukuran laju pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

Dalam hal ini, semakin tinggi produk domestik bruto (PDB) dalam bahasa Inggris dan produk domestik bruto (PDB) suatu negara, maka semakin baik pula kinerja perekonomian di negara tersebut. Dengan kata lain PDB ini merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Kegiatan ekonomi suatu negara akan menghasilkan barang dan jasa yang diproduksi oleh warga negara, badan usaha milik negara, dan juga perusahaan swasta. Dalam hal ini perusahaan swasta adalah perusahaan dalam dan luar negeri yang beroperasi di wilayah Indonesia.

Menurut para ahli, pahami PDB

Supatya bisa lebih memahami pentingnya Produk Domestik Bruto (PDB), sehingga kita bisa merujuk pendapat beberapa ahli:

1. Prasety Menurut Prasetyo (2011: 28) o

Definisi GDP ini mengacu pada semua barang dan jasa yang diproduksi / diproduksi oleh semua warga negara yang bersangkutan (termasuk produksi orang asing di negara tersebut) dalam jangka waktu tertentu, biasanya dalam satu tahun.

2. Menurut Sadono (2010: 34)

Definisi PDB ini adalah nilai total semua barang dan jasa yang diproduksi di suatu daerah selama periode tertentu (biasanya per tahun). Produk domestik bruto ini menghitung output suatu perekonomian, terlepas dari siapa yang memiliki faktor produksi tersebut.

3. Menurut Herlambang et al. (2001: 22)

Produk domestik bruto / PDB ini merupakan total pendapatan suatu negara, termasuk pendapatan orang asing yang bekerja di suatu negara. PDB mengukur nilai barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara (domestik) terlepas dari kebangsaannya selama periode waktu tertentu.

4. Menurut Mankiw (2007: 17)

Definisi PDB adalah jumlah barang dan jasa yang diproduksi suatu negara dalam satu tahun. Produk domestik bruto ini mengukur nilai total barang dan jasa suatu negara terlepas dari kebangsaannya.

5. Menurut McEachern (2000: 146)

Definisi produk domestik bruto, atau PDB, adalah jumlah nilai pasar dari produk dan jasa akhir yang dihasilkan oleh sumber daya yang berada di suatu negara untuk jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun. Produk domestik bruto (PDB) ini juga dapat digunakan untuk mempelajari ekonomi dari waktu ke waktu.
Fungsi produk domestik bruto

Sesuai dengan pengertian PDB yang diuraikan di atas, Produk Domestik Bruto (PDB) ini dapat dijadikan sebagai indikator pertumbuhan ekonomi suatu negara. Penjelasan tentang fungsi PDB tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Produk domestik bruto (PDB) ini dihitung berdasarkan total nilai tambah (nilai tambah) yang dihasilkan dari semua kegiatan atau kegiatan produksi. Dalam hal ini, pertumbuhan PDB ini menunjukkan adanya peningkatan kompensasi faktor-faktor produksi.
  • Produk domestik bruto (PDB) ini dihitung sesuai dengan konsep konsep aliran melingkar. Intinya, penghitungan PDB ini mencakup nilai total produk yang diproduksi dalam periode tertentu (biasanya setahun) dan tidak termasuk penghitungan pada periode sebelumnya. Dengan menggunakan konsep aliran dalam perhitungan PDRB kita dapat membandingkan total produksi 1 (satu) periode dengan periode sebelumnya.
  • Batasan penghitungan PDB adalah negara (ekonomi domestik). Hal ini memungkinkan untuk mengukur keefektifan suatu kebijakan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk mendorong kegiatan / kegiatan ekonomi domestik.

Jenis PDB

Menurut McEachern (2000: 146) ada dua jenis produk domestik bruto (PDB), diantaranya sebagai berikut:

  • GDP Riil / Harga Tetap, ini adalah nilai total dari harga barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam periode tertentu (biasanya setahun) dan dinilai berdasarkan harga yang berlaku dalam periode tertentu.
  • PDB Nominal / Harga yang Berlaku, ini adalah nilai total harga barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara selama periode tertentu dan dinilai berdasarkan harga yang berlaku pada saat penilaian.

Pendekatan penghitungan PDB

Menurut Fair dan Case (2008: 35), pendekatan penghitungan produk domestik bruto (PDB) ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Berkenaan dengan konsep PDB, ada tiga cara pendekatan penghitungan produk domestik bruto di bawah ini, di antaranya sebagai berikut:

1. Pendekatan pendapatan

Pendekatan pendapatan ini adalah metode atau metode penghitungan PDB dengan menghitung pendapatan, seperti upah, sewa, bunga, dan keuntungan, yang dibuat oleh setiap faktor produksi dalam pembuatan produk akhir.

Rumus:

PDB = pendapatan nasional + depresiasi + (pajak tidak langsung – subsidi) + pembayaran faktor bersih di luar negeri

Komponen pendekatan pendapatan;

  • Pendapatan nasional ini adalah total pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi di suatu negara.
    Pendapatan nasional termasuk keuntungan perusahaan, kompensasi karyawan, bunga bersih dan pendapatan sewa.
  • Penyusutan atau amortisasi aset modal dikenal sebagai penyusutan.
  • Contoh pajak tidak langsung adalah pajak penjualan, bea, dan biaya lisensi. Subsidi ini adalah pembayaran oleh negara tanpa kompensasi atas barang atau jasa.
  • Pembayaran faktor netto di luar negeri ini merupakan pembayaran pendapatan faktor produksi untuk luar negeri dikurangi pendapatan faktor yang masuk dari luar negeri.

2. Pendekatan Pengeluaran

Pendekatan pengeluaran adalah metode penghitungan PDB dengan mengukur total pengeluaran untuk semua produk akhir selama suatu periode waktu (biasanya satu tahun).

Rumus;

PDB = konsumsi + investasi + (konsumsi dan investasi pemerintah) + (ekspor – impor)

Komponen pendekatan pengeluaran;

  • Konsumsi dalam PDB ini adalah konsumsi rumah tangga atau individu yaitu jasa, barang tahan lama, barang tidak tahan lama.
  • Contoh investasi rumah tangga atau bisnis dalam modal baru antara lain pabrik, perbekalan, peralatan, dan lain-lain.
  • Konsumsi dan investasi pemerintah ini melibatkan pemerintah federal, negara bagian, dan lokal untuk membeli barang dan jasa akhir.
  • Ekspor bersih ini mewakili selisih antara ekspor dan impor. Komponen ini ditambahkan karena PDB hanya menghitung barang dan jasa dalam negeri.

3. Pendekatan produksi

Pendekatan produksi ini merupakan metode penghitungan PDB suatu negara dengan mengukur nilai outputnya menggunakan faktor-faktor produksi suatu negara, baik warga negara maupun pihak asing.

Rumus;

PDB = sewa + upah + bunga + keuntungan

Sekian dan terima kasih telah membaca Pengertian, Fungsi, Jenis dan Perhitungan PDB (Produk Domestik Bruto). Semoga apa yang dijelaskan semoga bermanfaat untuk anda.

Sumber :